Make your own free website on Tripod.com

 

 

 

A.     TUJUAN UMUM PENDIDIKAN KEDOKTERAN

 

Tujuan umum pendidikan kedokteran adalah menghasilkan warga negara berkualifikasi sebagai berikut :

1.        Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepriba-dian yang tinggi.

2.        Bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi maupun masalah yang dihadapi masyarakat khususnya yang berkaitan dengan bidang kedokteran.

3.        Mampu menerapkan pengetahuan dan keteram-pilan teknologi bidang kedokteran yang dimilikin-ya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat.

4.        Menguasai dasar-dasar ilmiah, pengetahuan dan metodologi bidang kedokteran sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan meru-muskan cara penyelesaian masalah dalam kawas-an kedokteran.

5.        Mampu berpikir, bersikap dan bertindak secara ilmiah sebagai ilmuwan.

6.        Mampu mengikuti perkembangan dan meningkat-kan pengetahuan serta keterampilan di bidang kedokteran.

 

 

B.       TUJUAN KHUSUS PENDIDIKAN KEDOKTERAN

 

Program Studi Kedokteran terdiri atas dua bagian yaitu: Program Studi Sarjana Kedokteran (PSSK) dan Program Studi Profesi Dokter (PSPD) dengan tujuan khusus masing-masing yang akan diuraikan pada bab-bab berikut.

 

B.    TUJUAN KHUSUS PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN

 

Setelah lulus Program Studi Sarjana Kedokteran diharapkan mahasiswa:

1.        Mempunyai pengetahuan untuk mengikuti program pendidikan profesi dokter.

2.        Mempunyai kemampuan untuk melakukan penelitian bidang biomedik dengan memperhatikan etika penelitian

3.        Mempunyai kemampuan untuk mengembangkan diri dalam pengetahuan kedokteran khususnya bidang biomedik.

 

 

C.             TUJUAN KHUSUS PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER

 

Selain tujuan umum pendidikan dokter, Program Studi Profesi Dokter juga mempunyai Tujuan Khusus yaitu mendidik mahasiswa melalui proses belajar dengan menyelesaikan suatu kurikulum, sehingga mempunyai cukup pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk :

 

1.     Melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistim pelayanan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebijaksanaan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila yang mencakup :

a     Mengenal, merumuskan dan menyusun prioritas masalah-masalah kesehatan masyarakat sekarang dan yang akan datang, serta berusaha dan bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut melalui perencanaan, implementasi dan evaluasi program-program yang bersifat preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.

b    Memecahkan masalah kesehatan penderita dengan menggunakan pengetahuan, ketrampilan klinik dan laboratorium serta observasi dan pencatatan yang baik untuk mengidentifikasi, mendiagnosa, melakukan pengobatan dan perawatan, melakukan usaha pencegahan, meminta konsultasi, mengerjakan usaha rehabilitasi masalah kesehatan penderita dengan mengingat kepada aspek jasmani, rohani dan sosio-budayanya.

c     Memanfaatkan sebaik-baiknya sumber daya dan tenaga lainnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

d    Bekerja selaku unsur pimpinan dalam suatu tim kesehatan.

e     Menyadari bahwa sistim pelayanan kesehatan yang baik adalah suatu faktor penting dalam ekosistim yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

f     Mendidik dan mengikutsertakan masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatannya.

 

2.     Senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri dalam segi ilmu kedokteran sesuai dengan bakatnya, dengan berpedoman pada pendidikan seumur hidup.

 

3.     Menilai kegiatan profesinya secara berkala, menyadari keperluan untuk menambah pendidikannya, memilih sumber-sumber pendidikan yang serasi serta menilai kemajuan yang telah tercapai secara kritis.

 

4.     Mengembangkan ilmu kesehatan, khususnya ilmu kedokteran dengan ikut serta dalam pendidikan dan penelitian, serta mencari penyelesaian masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan/asuhan medis.

 

5.     Memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesinya, serta integritas rasa tanggung jawab, dapat dipercaya serta menaruh perhatian dan penghargaan terhadap semua manusia, sesuai dengan etika kedokteran.

 

6.     Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif dan bersikap terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat kearah sikap yang sama.

 

7.     Mendapat kemampuan di bidang-bidang medik, bedah, kedokteran komunitas dan perilaku yang sesuai dengan

a          tujuan umum dan tujuan khusus masing-masing bidang kemampuan.

b         tujuan cabang ilmu kedokteran yang mendukung tujuan umum dan tujuan khusus bidang-bidang kemampuan.

c          sesuai dengan tujuan instruksi umum dan tujuan perilaku khusus masing-masing cabang ilmu kedokteran

 

PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN (PSSK)

 

 

A.   ADMINISTRASI AKADEMIK

 

1.        PROSES ADIMINISTRASI AKADEMIK

 

Berbagai hal yang perlu diketahui berkaitan dgn proses administrasi akademik yaitu:

a    Pengambilan Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Registrasi dan Rencana Studi (KRRS)

b    Penyerahan KRRS

c    Mundur mata kuliah

d    Masa perkuliahan efektif

e    Cuti akademik serta aktif kembali

 

a    Pengambilan Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Registrasi dan Rencana Studi (KRRS)

Kartu Hasil Studi (KHS) untuk mahasiswa lama dan Kartu Registrasi dan Rencana Studi (KRRS) untuk mahasiswa lama dan baru diambil oleh maha-siswa di Sub Bagian Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.

Perencanaan pengambilan beban studi semester selanjutnya dapat segera dilakukan dengan pengisian KRRS yang dibagikan bersamaan dengan pembagian KHS. Mahasiswa mengisi KRRS dengan bimbingan Penasehat Akademiknya.

Pengisian KRRS dilaksanakan berpedoman pada peraturan akademik yang berlaku :

         kewajiban mengambil lebih dahulu mata kuliah prasyarat

         nilai minimal C untuk masing-masing mata ku-liah prasyarat

         jumlah perolehan sks minimal sebagai prasyarat pengambilan mata kuliah

         bagian pertama dari mata kuliah harus diambil terlebih dahulu.

Pada waktu pengambilan mata kuliah, mata kuliah prasyarat harus diperhatikan dengan seksama dan ditepati sebab bila tidak memenuhi persyaratan aka-demik yang berlaku, maka pengambilan mata kuliah tersebut akan ditolak oleh Fakultas.

 

b.   Penyerahan Kartu Registrasi dan Rencana Studi (KRRS)

Setelah Penasehat Akademik memeriksa KRRS yang diisi oleh mahasiswa, Penasehat Akademik membubuhkan tanda tangan pada kolom Paraf dan juga menuliskan Kelas yang diambil oleh mahasis-wa. Penasehat Akademik harus mempunyai arsip fotokopi KRRS mahasiswa asuhnya.

KRRS yang telah disahkan dengan tanda ta-ngan Penasehat Akademik diserahkan kembali ke penasehat akademik masing-masing beserta foto-copynya sebelum masa penyerahan KRRS ber-akhir.

 

c. Mundur mata kuliah

Sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Tarumanagara, seorang mahasiswa da-pat mundur dari mata kuliah dengan syarat:

       Permohonan mundur dari mata kuliah harus diajukan oleh mahasiswa ke Fakultas untuk diteruskan ke Biro Adak Universitas Tarumana-gara selambat-lambatnya dua minggu sebelum ujian tengah semester dimulai.

       Komponen nilai yang telah diraih untuk mata kuliah yang dinyatakan mundur menjadi batal dan dalam KHS diberi nilai K (K = Kosong).

       Nilai mata kuliah tersebut dinyatakan dengan E (E = gagal) bila pengunduran diri dilakukan se-sudah melewati masa mundur atau secara diam-diam tanpa melapor ke Biro Adak Universitas Tarumanagara sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

       Mahasiswa yang terancam putus studi tidak di-izinkan mengajukan mundur mata kuliah.

 

Mundur mata kuliah dapat mempengaruhi stra-tegi pengambilan mata kuliah untuk semester ber-ikutnya, karena itu permohonan mundur mata kuliah perlu disetujui oleh Penasehat Akademik.

 

d. Masa perkuliahan efektif

Mahasiswa perlu mengetahui masa perkuliahan efektif serta distribusi mata kuliah tiap semester berikut jadwalnya untuk menyusun strategi peng-ambilan mata kuliah.

 

e.   Cuti akademik serta aktif kembali

Sesuai dengan Peraturan Universitas Taruma-nagara No. 024 tahun 2002, mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti akademik karena alasan tertentu. Cuti akademik adalah pembebasan mahasiswa dari kewajiban mengikuti kegiatan aka-demik dan tidak dihitung dalam masa studi. Waktu untuk permohonan cuti akademik dan waktu un-tuk aktif kuliah kembali perlu diperhatikan oleh mahasiswa. Mahasiswa yang mengajukan per-mohonan cuti akademik hendaknya memper-hatikan perencanaan yang telah disusun bersama antara mahasiswa dengan Penasehat Akademiknya.

 

Persyaratan cuti akademik adalah:

       Terdaftar sebagai mahasiswa.

       Untuk cuti akademik pertama kali, telah mengikuti program pendidikan sekurang-kurangnya dua se-mester berturut-turut.

       Menyampaikan alasan tertulis yang dapat disetujui /diterima oleh Pimpinan Fakultas.

 

Tata cara cuti akademik diatur sebagai berikut:

       Mahasiswa mengajukan permohonan cuti akade-mik setelah berkonsultasi dengan Penasehat Aka-demik dengan mengisi formulir yang diambil di Biro Adak Universitas Tarumanagara.

       Batas akhir permohonan cuti akademik adalah 3 (tiga) minggu setelah masa perkuliahan efektif dimulai.

       Bagi mahasiswa yang mengajukan cuti akademik pada minggu ke IV perkuliahan efektif, harus mengajukan permohonan ke Purek I

       Bila permohonan cuti diajukan pada minggu ke V atau lebih maka permohonan cuti ditolak.

 

Ketentuan selama menjalankan cuti akademik:

       Batas maksimum cuti akademik untuk Program Studi Sarjana Kedokteran adalah empat semester dengan syarat:

      masa cuti akademik sekurang-kurangnya 1 semester

      tidak boleh mengambil cuti akademik lebih dari dua semester berurutan.

       Berkewajiban mengembalikan Kartu Mahasiswa pada waktu mengajukan permohonan cuti aka-demik.

       Berkewajiban melakukan registrasi ulang.

       Mahasiswa tersebut tidak diperkenankan mengi-kuti semua kegiatan proses belajar.

       Nilai mata kuliah yang telah lulus dan jumlah kredit yang telah diperoleh tetap berlaku.

       Masa cuti akademik tidak diperhitungkan dalam masa studi.

       Berkewajiban membayar biaya pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Untar.

 

Mahasiswa dapat kuliah kembali setelah cuti aka-demik atau nonaktif pada semester-semester sebe-lumnya dengan mengikuti tata cara yang ditentukan.

 

Tata cara untuk kuliah kembali setelah cuti akademik diatur sebagai berikut:

       Mahasiswa mengajukan permohonan aktif kem-bali langsung kepada Rektor dengan melampir-kan surat persetujuan cuti akademik.

       Permohonan aktif kembali sudah harus diajukan kepada Rektor selambat-lambatnya pada masa registrasi semester.

       Melakukan registrasi dan kewajiban adminis-trasi lainnya.

       Universitas memberikan surat persetujuan aktif kembali kepada mahasiswa yang bersangkutan melalui Fakultas untuk diteruskan kepada yang bersangkutan.

 

Mahasiswa yang sudah habis masa cuti akade-mik tetapi tidak melakukan registrasi dinyatakan nonaktif.

 

Mahasiswa non-aktif adalah mahasiswa yang tidak melakukan registrasi pada awal semester dan tidak mengikuti kegiatan akademik tanpa suatu pemberitahuan apapun kepada fihak Fakultas

 

Mahasiswa yang dinyatakan nonaktif pada prinsipnya bukan mahasiswa lagi dan jika ingin aktif kembali harus memenuhi persyarat-an sebagai berikut:

       Yang bersangkutan mengajukan permohonan kepada Rektor untuk diterima kembali sebagai mahasiswa. Permohonan ini selambat-lambatnya harus sudah disampaikan dalam rentang waktu registrasi.

       Bila diterima, yang bersangkutan harus mem-bayar Biaya Penyelenggaraaan Pendidikan (BPP) semester yang ditinggalkan disertai den-da dan memenuhi kewajiban lainnya.

       Masa nonaktif diperhitungkan dalam masa studi.

       Jika masa nonaktif lebih dari dua semester maka validitas nilai mata kuliah yang telah diselesai-kan dapat ditinjau kembali oleh Fakultas.

 

 

2. PENASEHAT AKADEMIK :

 

Seorang mahasiswa akan memperoleh hasil studi optimal bila ia menerapkan strategi penyu-sunan program studi yang tepat sesuai dengan kemampuannya. Penasehat Akademik berperan membantu mahasiswa dalam menentukan strategi tersebut.

Penasehat Akademik adalah dosen yang sudah berpengalaman mengajar sekurang-kurangnya dua tahun, diangkat oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan diberi tugas serta tanggung jawab untuk membimbing dan membina sejumlah mahasiswa tertentu agar da-pat menyelesaikan studi secara optimal.

 

Tugas Penasehat Akademik antara lain adalah sebagai berikut:

a    Menyediakan waktu terjadwal untuk dapat dihu-bungi oleh mahasiswa.

b    Menginformasikan peraturan-peraturan yang rele-van baik dari Pemerintah maupun dari Perguruan Tingginya yang merupakan pedoman bertindak di Perguruan Tinggi.

c    Menginformasikan tentang berbagai alternatif pro-gram studi yang dapat dipilih oleh mahasiswa.

d    Menginformasikan hal-hal lain yang terkait, meli-puti:

       sejarah berdirinya Universitas Tarumanagara

       sejarah berdirinya Fakultas Kedokteran Uni-versitas Tarumanagara

       organisasi Universitas dan Fakultas

       administrasi Universitas dan Fakultas

       sumber-sumber belajar yang ada serta cara memanfaatkannya

       sumber-sumber belajar yang ada di kota Jakarta

       cara belajar di perguruan tinggi, dsb

e    Memberi bantuan dan membimbing mahasiswa dalam hal:

       cara menyusun program studi

       pengisian Kartu Registrasi dan Rencana Studi (KRRS)

       menjelaskan kebijakan studi tentang jumlah kredit yang harus diambil

       memeriksa dan menandatangani KRRS

       memonitor kelancaran studi mahasiswa

       menganalisis data Indeks Prestasi Semester (IPS), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

       meneliti/memeriksa daftar nilai yang diperoleh mahasiswa dan prestasinya sehingga me-mungkinkan dilakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan mahasiswa tersebut putus studi

       mencatat masalah yang dihadapi mahasiswa dan memberi bantuan pemecahannya

       membantu mahasiswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik sehingga mahasiswa mempunyai arah yang mantap dalam menyusun rencana dan menyelesaikan program studi

       mengembangkan sifat-sifat kepribadian yang baik agar kelak menjadi sarjana yang berbudaya dan terpuji sesuai dengan hara-pan masyarakat

       merujuk masalah yang sedang dihadapi mahasiswa kepada Pimpinan Fakultas atau Pusat Bimbingan dan Konseling dalam rangka kerjasama konsultasi

       mengenal secara akrab keadaan mahasiswa, kelebihan dan kekurangannya

f     Membuat laporan kegiatan bimbingan.

g    Tugas-tugas lain yang diberikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran.

 

Peran Penasehat Akademik:

Penasehat Akademik berperan penting dalam menciptakan hubungan aktif dua arah dengan ma-hasiswa bimbingannya dan menumbuhkan disiplin mahasiswa.

Penasehat Akademik tidak berwenang untuk bertindak sebagai administrator pendidikan dan tidak diijinkan menghukum atau mengambil tin-dakan yang menyakitkan mahasiswa.

Penasehat Akademik seyogianya tidak memak-sakan pendapat pada mahasiswa yang dibimbing-nya dan tidak pula membuat keputusan-keputusan untuk mahasiswa. Yang perlu dilakukan adalah memberikan bantuan dan saran atau pandangan yang memungkinkan mahasiswa membuat kepu-tusan bagi dirinya sendiri, dengan demikian peren-canaan maupun pelaksanaan studi mahasiswa tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa itu sendiri.

Penasehat Akademik berperan dalam melan-carkan proses administrasi akademik mahasiswa dan ketertiban pelaksanaan peraturan akademik, membantu Pimpinan Fakultas dan Universitas dalam penyusunan peta mahasiswa asuhannya dan menyusun berkas masalah serta kasus yang dite-mukan di lapangan.

 

 

B.  PERATURAN AKADEMIK
 
1. proses belajar mengajar

 

a       Pengertian dasar Sistem Kredit Semester

       Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sis-tem penyelenggaraan pendidikan yang me-nyatakan beban studi mahasiswa, beban tugas dosen dan beban penyelenggaraan program pendidikan dalam kredit.

       Semester adalah satuan terkecil untuk menya-takan lamanya suatu program pendidikan harus diselenggarakan dalam suatu jenjang pendidikan. Satu semester setara dengan 18-20 minggu kegiatan akademik termasuk di dalamnya 2-3 minggu kegiatan evaluasi.

Penyelenggaraan pendidikan dalam satu se-mester terdiri atas kegiatan-kegiatan kuliah, praktikum, kerja lapangan dan bentuk ke-giatan lain yang disertai nilai-nilai keberhasil-annya.

       Satuan kredit semester (sks) adalah besarnya beban studi mahasiswa, pengakuan keberha-silan usaha mahasiswa, keberhasilan kumula-tif usaha mahasiswa serta besarnya usaha pe-nyelenggaraan pendidikan bagi dosen dan lembaga untuk satu semester.

       Satu tahun akademik terdiri atas dua semester yaitu semester ganjil dan semester genap.

 

b. Ketentuan tentang kredit semester

       Nilai satu satuan kredit semester (1 sks) untuk perkuliahan, ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yang meliputi tiga macam ke-giatan perminggu selama satu semester se-bagai berikut:

      50 menit kegiatan akademik terjadwal, misalnya mengikuti kuliah.

      60 menit kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh tenaga edukatif, seperti misalnya membuat pekerjaan ru-mah, menyelesaikan soal-soal.

      60 menit kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan belajar yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk menda-lami, mempersiapkan atau tujuan lain tu-gas akademik, misalnya membaca buku referensi dan buku-buku kepustakaan.

       Nilai satu satuan kredit semester (1 sks) untuk praktikum dan tugas laboratorium setara dgn:

      100 menit kegiatan praktikum terjadwal

      60 menit kegiatan akademik terstruktur

      60 menit kegiatan akademik mandiri,

tiap minggu selama satu semester

 

 

2. BEBAN STUDI MAHASISWA

 

a    Beban studi mahasiswa dalam satu semester adalah sejumlah nilai kredit yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam semester yang bersang-kutan.

b    Beban studi mahasiswa dan beban tugas tenaga edukatif dinyatakan dalam satuan kredit se-mester (sks).

c    Besar beban studi mahasiswa untuk semester pertama ditentukan maksimum 20 sks.

d    Besar beban studi mahasiswa yang dapat diam-bil pada tiap semester berikutnya bergantung pada prestasi mahasiswa yang bersangkutan yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP) semester sebelumnya.

e    Kemajuan dan keberhasilan studi mahasiswa dalam Sistem Kredit Semester ditentukan oleh jumlah sks yang dicapai dan Indeks Prestasi.

f     Besar beban studi tiap semester tidak perlu sa-ma bagi tiap mahasiswa, akan tetapi pada akhir-nya keseluruhan beban studi harus sama besar-nya bagi tiap mahasiswa yaitu 160 sks

g    Komposisi mata kuliah yang diambil tidak perlu sama bagi tiap mahasiswa karena komposisi ini bergantung kepada keinginan dan kemampuan mahasiswa.

h    Dalam batas-batas program studi yang ditawar-kan, mahasiswa bebas mengambil besar beban studi menurut kemampuan, situasi dan kondisi serta pribadi mahasiswa yang bersangkutan dengan memperhatikan persyaratan akademik yang ditentukan.

 

i      Pada Program Studi Sarjana Kedokteran:

       Besarnya beban studi Program Studi Sarjana Kedokteran (PSSK) adalah 160 sks terbagi dalam delapan semester.

       Bagian pertama dari suatu mata kuliah (prasyarat) harus diambil terlebih da-hulu sebelum mengambil bagian selan-jutnya dari mata kuliah itu.

       Mahasiswa semester I wajib mengambil seluruh beban studi pada Semester I yang telah ditetapkan Fakultas.

       Selanjutnya besarnya beban studi un-tuk tiap semester tergantung pada in-deks prestasi mahasiswa dalam semes-ter sebelumnya dengan ketentuan:

    Mata kuliah yang boleh diambil ter-batas pada mata kuliah yang dita-warkan pada semester yang bersang-kutan, sesuai dengan mata kuliah prasyarat, sks perolehan dan mata kuliah yang belum diselesaikan atau yang memperoleh nilai D dan E pada semester-semester sebelumnya.

    Mahasiswa tidak diperkenankan meng-ambil jumlah sks lebih dari beban studi maksimumnya.

 

 

3. PENILAIAN

 

Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pencapaian tujuan-tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Perhitungan nilai ujian suatu mata kuliah didasarkan pada Penilaian Acuan Patokan (PAP). Penilaian keberhasilan mahasiswa untuk tiap mata kuliah didasarkan pada:

 

Hal yang dinilai

Bobot

Ujian Tengah Semester

20 - 40 %

Ujian Akhir Semester

30 - 60 %

Tugas/Tentamen

20 - 40 %

Kehadiran

0 - 10 %

Jumlah

100 %

 

Nilai akhir merupakan penjumlahan hasil pembobotan terhadap nilai Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, Tugas/Tentamen jika ada dan kehadiran. Nilai akhir setiap mahasiswa untuk masing-masing mata kuliah dinyatakan dengan:

 

Kompetensi

[%]

Nilai

Bobot nilai

80 - 100

A : sangat baik

4

68 - 79,99

B : baik

3

56 - 67,99

C : cukup

2

45 - 55,99

D : kurang

1

0 - 44,99

E : buruk/gagal

0

 

Nilai minimal untuk dinyatakan lulus adalah C.

Sesuai dengan Peraturan Universitas Tarumana-gara No.024 tahun 2002, tentang Penyelenggaraan Pembelajaran maka, nilai D dan E dinyatakan tidak lulus dan wajib diambil kembali pada kesempat-an berikut yang terdekat.

 

Apabila tidak ada nilai maka diberi catatan sebagai berikut:

    TL = Tidak Lengkap, jika unsur yang dinilai belum lengkap.

TL harus diubah dalam bentuk nilai selambat-lambatnya 7 hari setelah penerbitan KHS. Apabila tidak diubah hingga batas waktu tersebut, maka TL dijadikan nilai E.

    T = Tertunda, jika nilai dari dosen/tenaga pengajar belum ada atau skripsi belum se-lesai.

Bila dosen belum menyerahkan nilai akhir dalam batas waktu yang ditetapkan, pimpinan Fakultas harus mengambil alih dan memberikan kepu-tusan paling lambat pada akhir masa pengisian KRRS.

    K = Kosong, jika mahasiswa mundur atau menarik diri dari mata kuliah atau diputus-kan mundur.

 

 

4. INDEKS PRESTASI

 

Indeks Prestasi adalah tingkat keberhasilan studi mahasiswa dalam satu semester (Indeks Prestasi Semester = IPS) atau beberapa semester (Indeks Prestasi Kumulatif = IPK) yang dinya-takan dengan suatu bilangan dengan dua angka di belakang koma.

 

Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah jumlah hasil perkalian sks dengan bobot nilai masing-masing mata kuliah yang diambil, dibagi dengan jumlah sks seluruh mata kuliah yang diambil, dengan rumus :

 


S ( K X N )

IPS = --------------

S K

 

K : sks masing-masing mata kuliah yang diambil pada satu semester.

N : bobot nilai masing-masing mata kuliah.

 

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah jumlah hasil perkalian K dengan N dibagi dengan jumlah K, dihitung mulai dari semester I sampai semester terakhir yang diikuti, dengan pengertian :

 

K : adalah sks masing-masing mata kuliah yang diambil dengan ketentuan mata kuliah yg diulang hanya dihitung satu kali dan tidak termasuk sks mata kuliah mundur.

N : adalah bobot nilai terbaik masing-masing mata kuliah yang diambil.

Rumus :

S ( K X N )

IPK = ---------------

S K

 

 

 

IPS dipakai sebagai acuan untuk menentukan besarnya beban studi maksimum yang boleh di-ambil pada semester berikutnya.

 

 

Indeks Prestasi Semester

Beban Studi Maksimum (sks)

3,00

26

2,50 - 2.99

24

2,00 - 2,49

21

1,50 - 1,99

18

1,00 - 1,49

15

< 1,00

12

 

Nilai Indeks Prestasi Kumulatif menjadi sya-rat dan acuan bila kelak ingin meneruskan pen-didikan pasca sarjana atau spesialisasi.

 

 

 

5. CONTOH PENGAMBILAN MATA KULIAH

 

TAHUN I

SEM. I

sks

[K]

Nilai

Bobot

Nilai

[N]

[K] X [N]

IPS

I. Sosial

3

B

3

9

 

I. Perilaku

3

B

3

9

 

Agama

2

A

3

8

 

Kewarga-

negaraan

2

B

3

6

 

Fisika I

2

C

2

4

 

Biologi I

3

C

2

6

 

Kimia I

3

C

2

6

 

B. Inggris

2

B

3

6

 

Jumlah

20

 

 

54

2,7

 

Sesuai dengan Indeks Prestasi Semester I yang diperolehnya, mahasiswa tersebut boleh mengambil seluruh sks yang ditawarkan pada semester II.

 

 

 

 

SEM. II

sks

[K]

Nilai

Bobot

Nilai

[N]

K X N

IPS

Fisika II

3

C

2

6

 

Biologi II

3

C

2

6

 

Kimia II

2

D

1

2

 

Histologi I

2

C

2

4

 

Anatomi I

4

D

1

4

 

I. Faal I

3

C

2

6

 

B.Inggris II

2

B

3

6

 

Jumlah

19

 

 

34

1,79

 

 


54 + 34 88

I.P.K. = ------------- = ---- = 2,26

20 + 19 39

Sesuai dengan Indeks Prestasi Semester (IPS) yang diperoleh pada semester II yaitu 1,79 maha-siswa ini hanya boleh mengambil beban studi untuk semester III sebanyak-banyaknya 18 sks, walaupun IPK nya 2,26.

 

Pilihan Mata Kuliah Semester III adalah:

         Pancasila 2 sks

         Histologi II 2 sks

         Anatomi II 4 sks

         Ilmu Faal II 3 sks

         Biokimia I 4 sks

         I. Ked. Kom. 3 sks

         B. Indonesia 2 sks

--------------+

20 sks

Mahasiswa ini tidak dapat mengambil seluruh ma-takuliah yang ditawarkan di semester III (20 sks) karena jumlah sks yang boleh diambilnya hanya 18 sks.

 

6. BATAS MASA STUDI

Batas maksimum masa studi untuk Program Studi Sarjana Kedokteran sesuai Peraturan Uni-versitas Tarumanagara No.024 tahun 2002 adalah 14 semester dengan sebelumnya dilakukan eva-luasi terlebih dahulu pada 4 semester pertama dan 4 semester kedua.

Tim Skrining Fakultas Kedokteran sesuai Per-aturan Universitas Tarumanagara No. 040 tahun 2003 akan melakukan evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa mulai semester I sampai semester XIV. Laporan Tim Skrining menjadi bahan pertimbangan bagi Dekan untuk menentukan apakah seorang mahasiswa dapat diizinkan untuk melanjutkan studi atau tidak.

 

Sesuai Peraturan Universitas Tarumanagara No. 44 tahun 2004, seorang mahasiswa tidak diperke-nankan melanjutkan studi di Fakultas Kedokter-an Universitas Tarumanagara bila :

a.        Pada akhir 4 semester pertama terhitung mulai awal terdaftar pada Fakultas Kedokteran, tidak berhasil meluluskan sekurang-kurangnya 48 sks.

b.       Pada akhir 4 semester kedua terhitung mulai awal terdaftar pada Fakultas Kedokteran, tidak berhasil meluluskan sekurang-kurangnya 96 sks.

c.        Melampaui batas maksimum masa studi Pro-gram Studi Sarjana Kedokteran (14 semester).

 

Apabila pada akhir semester IV atau VIII mahasiswa tidak berhasil memperoleh jumlah sks lulus sebagaimana yang ditentukan, mahasiswa ter-sebut harus mengundurkan diri/ pindah ke pro-gram studi lain.

Apabila pada akhir semester ke XIV mahasiswa tidak berhasil mengumpulkan 160 sks lulus, maka mahasiswa tersebut dikeluarkan dari Fakultas Kedokteran.

 

7. KEBULATAN STUDI DAN GELAR AKADEMIK

 

Sesuai Peraturan Universitas Tarumanagara No. 024 tahun 2002, mahasiswa Fakultas Kedokteran di-nyatakan telah mencapai kebulatan studi/lulus pro-gram studi sarjana kedokteran apabila telah menye-lesaikan 160 sks dengan nilai masing-masing matakuliah minimal C.

Mahasiswa yang telah menyelesaikan Program Studi Sarjana Kedokteran akan mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.) yang diletakkan di belakang nama.

Kualitas pernyataan lulus untuk Program Studi Sarjana dikategorikan dengan predikat sebagai berikut:

 

 


       IPK 2,00 - 2,75 : lulus dengan predikat

memuaskan

       IPK 2,76 - 3,50 : lulus dengan predikat

sangat memuaskan

       IPK 3,51 - 4,00 : lulus dengan predikat

dengan pujian

8. TATA TERTIB

 

a. Kuliah dan Praktikum

1     Mahasiswa wajib menghadiri kuliah/ praktikum sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

2     Pendataan kehadiran kuliah/praktikum dilaku-kan dengan mengisi daftar hadir pada saat kuliah / praktikum berlangsung.

3     Toleransi waktu keterlambatan kuliah/prak-tikum adalah 15 (lima belas) menit.

4     Pelaksanaan pendataan kehadiran mahasiswa diserahkan kepada dosen pengajar. Dosen pengajar dapat memanggil nama mahasiswa satu per satu atau menyerahkan daftar hadir kepada mahasiswa untuk diparaf dan dikontrol kembali oleh dosen yang bersangkutan.

5     Dalam menghadiri kuliah/praktikum, mahasis-wa diwajibkan berpakaian rapi, sopan dan ber-sepatu.

6     Bagi yang mempunyai handphone/pager, sela-ma kuliah/praktikum berlangsung tidak boleh diaktifkan.

7     Selama kuliah/praktikum berlangsung mahasis-wa tidak diperkenankan merokok, makan dan minum.

8     Selama kuliah/praktikum berlangsung mahasis-wa tidak diperkenankan meninggalkan ruang kuliah/ praktikum tanpa ijin dosen pengajar.

9     Mahasiswa dilarang merusak dan atau mela-kukan tindakan yang mengakibatkan kerugian harta benda di dalam ruangan kuliah/prak-tikum.

10  Mahasiswa diharuskan mengenakan jas prak-tikum selama melakukan kegiatan praktikum, kecuali ditentukan lain oleh yang berwenang.

11  Mahasiswa bertanggung jawab atas peralatan praktikum yang digunakan olehnya.

 

b. Ujian

Sesuai Peraturan Universitas Tarumanagara No. 043 tentang Tata Tertib Ujian, maka untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi keten-tuan sebagai berikut:

1.    Setiap mahasiswa wajib mengikuti semua test/ ujian pada waktu yang telah ditentukan.

2.    Telah melunasi kewajiban keuangan

3.    Membawa Kartu Studi Mahasiswa atau KSM pengganti

4.    Mengenakan pakaian rapi dan sopan dan tidak merokok atau makan selama dalam ruang ujian

5.    Mematikan semua jenis alat komunikasi

6.    Melaksanakan ujian tanpa diwakilkan

7.    Menandatangani daftar hadir ujian

8.    Tidak berbuat curang

9.    Tidak menggunakan alat bantu selain yg diizinkan

10. Tidak meninggalkan ruangan ujian sebelum di-izinkan

11. Tidak membawa soal ujian keluar ruang ujian selain mendapat izin dosen penguji

12. Tidak diadakan ujian susulan bagi mahasiswa yg tidak mengikuti ujian sesuai dgn jadwal yang telah ditetapkan.

13. Ujian ulang untuk perbaikan nilai tidak diadakan.

14.Memenuhi jumlah kehadiran kuliah dan kegiatan terjadwal lainnya sekurang-kurangnya 75% sejak awal masa perkuliahan .

 

c. Keamanan dan ketertiban kampus

1.        Berdasarkan SK Rektor No.018-KEPREK/UN TAR/XII/1999 tentang Petunjuk Teknis Pelaksa-naan Pemeriksaan dan Razia Narkoba atau Naza di Lingkungan Universitas Tarumanagara, Ma-hasiswa tidak diperbolehkan: memakai, menyim-pan, mengedarkan Narkoba dan atau Naza serta obat-obat sejenisnya. Apabila tertangkap tangan dan terbukti telah menjadi pemakai, menyimpan dan pengedar Narkoba dan atau Naza serta obat-obat sejenisnya, maka yang ber-sangkutan harus diproses dan diberikan tindakan tegas serta diberhentikan sebagai mahasiswa Universitas Tarumanagara dan kasusnya dapat diserahkan pada pihak kepolisian.

2.       Mahasiswa tidak diperbolehkan melakukan tin-dak kekerasan, ancaman atau tindakan lain yang dapat mengganggu ketertiban dan merugikan warga kampus, melakukan pelanggaran yang merusak nama baik Universitas Tarumana-gara, melakukan kegiatan politik praktis atau melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh Universitas sebagaimana tercantum dalam Per-aturan Universitas Tarumanagara No. 029 tahun 2002 tentang Keamanan dan Ketertiban Kampus Universitas Tarumanagara dan Peraturan Uni-versitas Tarumanagara No. 031 tahun 2003 tentang Norma Kemaha-iswaan.

 

 

9. SANKSI AKADEMIK DAN SANKSI NON AKADEMIK

 

Sanksi akademik dan non-akademik ialah pe-nindakan terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran ketertiban kampus, ketentuan admi-nistrasi dan ketentuan akademik.

 

 

Sanksi akademik

Mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti se-bagian atau seluruh kegiatan akademik bila:

       Tidak melakukan registrasi ulang.

a)       Mahasiswa yang tidak melakukan Regis-trasi satu kali dinyatakan non-aktif, dan jika ingin aktif kembali harus meminta izin kepada Rektor dan memenuhi persyaratan akademik dan keuangan yang ditetapkan oleh Universitas.

b)       Mahasiswa yang tidak melakukan Regis-trasi dua kali berturut-turut, dinyatakan mengundurkan diri dan tidak terdaftar lagi sebagai mahasiswa.

       Tidak mengisi KRRS semester yang sedang berjalan.

       Dalam satu semester tidak melaksanakan pelu-nasan biaya penyelenggaraan pendidikan.

       Mengundurkan diri setelah mengikuti kuliah terhitung sejak kegiatan kuliah dimulai tanpa alasan yang sah.

       Dikenai skorsing karena suatu pelanggaran

       Melakukan kecurangan ujian, tugas dan lain-lain

       Tidak memiliki Kartu Studi Mahasiswa

       Tidak mematuhi tata tertib

 

Sanksi akademik yang dikenakan terhadap mahasiswa dapat berupa:

a          Dilarang untuk mengikuti kuliah, praktikum atau ujian

b         Tidak diizinkan melanjutkan ujian

c          Ujiannya dinyatakan batal dan diberi nilai E

d         Dilarang mengikuti sebagian atau semua kegiatan akademik untuk jangka waktu ter-tentu. (skors)

e          Diberhentikan sebagai mahasiswa Universitas Tarumanagara (putus studi).

 

Sanksi akademik butir d diputuskan dalam Rapat Pimpinan Fakultas. Sanksi akademik butir e diputuskan dalam Rapat Pimpinan Universitas. Pejabat yang berwenang menjatuhkan sanksi akademik ialah:

       Dosen penanggung jawab mata kuliah atau tim/ panitia penguji, dalam bentuk butir a sampai dengan c.

       Dekan atau Ketua Program Studi dalam bentuk butir d

       Rektor, dalam bentuk butir e.

 

 

Sanksi non-akademik

Sanksi non-akademik dikenakan terhadap maha-siswa yang melakukan pelanggaran keamanan dan ketertiban kampus, dapat berupa:

a.    Diberi peringatan tertulis

b.   Diberi sanksi akademik bagi mahasiswa yang te-tap melaksanakan kegiatan terlarang walaupun sudah diberi peringatan tertulis

c.    Diserahkan kepada yang berwajib.

 

Sanksi terhadap pelanggaran yang bersifat non-akademik diputuskan dalam suatu Rapat Pimpinan Fakultas dan atau Universitas

 

 

C. K U R I K U L U M

 

1. KODE MATAKULIAH

 

Matakuliah yang dikelola Universitas mengikuti kode Universitas. Matakuliah yang dikelola Fakultas mengikuti kode Fakultas yang terdiri atas 7 digit sebagai berikut:

         Digit 1 dan 2 menunjukkan penyelenggara mata-kuliah. Fakultas Kedokteran menggunakan huruf KU = Kedokteran Umum.

         Digit 3 adalah angka yang menunjukkan tahun penyelenggaraan. Bila matakuliah tersebut dibe-rikan pada tahun pertama, maka pada digit 3 tertulis angka 1. Bila angka pada digit ini adalah 5 menunjukkan bukan matakuliah melainkan mata kepaniteraan klinik.

 

         Digit 4 adalah angka yang menunjukkan bagian tertentu dari suatu matakuliah. Bila angka pada digit ini adalah 1, menunjukkan bagian pertama dari matakuliah tersebut. Bila angka pada digit ini 0 berarti matakuliah tersebut hanya terdiri dari 1 bagian saja.

         Digit 5, 6 dan 7 adalah nomor kode mata-kuliah

 

 

Contoh: KU 12601

KU = Kedokteran Umum

1 = Matakuliah diberikan pada tahun pertama

2 = Bagian kedua dari matakuliah

601 = Kode matakuliah Biologi Kedokteran

 

 

 

2. MATAKULIAH DAN BEBAN STUDI

 

Kurikulum Program Studi Sarjana Kedokteran dapat ditempuh dalam 8 semester. Untuk menye-lesaikan program tersebut mahasiswa harus mem-peroleh 160 sks terdiri atas:

         Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) 6 sks

         Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) 6 sks

         Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) 2 sks

         Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) 88 sks

         Matatakuliah Keahlian Berkarya (MKB) 58 sks